Senin, 24 Juni 2019

Korban Teror Bom Molotov di Surabaya Mengaku Trauma

Pemilik rumah yang diteror bom molotov di Perkampungan Pakis Wetan, Surabaya, pada Sabtu (22/6) dini hari mengaku masih trauma dengan peristiwa tersebut. Warga kampung yang juga diresahkan aksi teror ini, melakukan upaya jaga kampung selama 24 jam secara bergantian, dan swadaya, agar peristiwa teror tidak kembali terjadi. Korban menyatakan teror bom molotov itu baru pertama kali terjadi di rumahnya. Ia juga mengaku selama ini berhubungan baik dengan tetangga sekitar dan tidak ada permasalahan apa pun.

Pemilik rumah yang menjadi korban aksi terror pelemparan bom Molotov oleh orang tidak dikenal di Surabaya Sabtu (22/6/19) dini kemarin mengaku masih trauma pasca peristiwa tersebut. Korban menyatakan teror bom molotov itu baru pertama kali terjadi di rumahnya. Ia juga mengaku selama ini berhubungan baik dengan tetangga sekitar dan tidak ada permasalahan apa pun. Untuk mencegah berulangnya aksi pelemparan bom Molotov, pengurus wilayah setempat melakukan upaya menjaga kampung selama 24 jam secara bergiliran dan swadaya.

Sebelumnya aksi terror bom Molotov menyerang sebuah rumah warga dijalan Pakis Wetan, Surabaya, Sabtu dini hari kemarin. Bom Molotov yang telah disulut dengan api itu dilemparkan diatap rumah korban sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda. Korban dibantu warga sekitar berhasil memadamkan api agar tidak merembet kebagian lain. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap terror ini.

0 komentar:

Posting Komentar